0


https://www.youtube.com/watch?v=V0_sIY1POPw

Dikirim pada 21 Juni 2015 di musik kreatif


Cara membuat presentasi di Microsoft PowerPoint + Video


Tutorial microsoft office – Membuat presentasi dengan menggunakan PowerPoint sangatlah mudah, karena memang PowerPoint dicipta untuk keperluan ini. Akan tetapi semudah apapun sebuah pekerjaan jika tidak mengetahui rumusnya akan terasa sulit.

Hal itulah yang saya rasakan waktu pertama kali ingin membuat presentasi menggunakan powerPoint. Dengan seringnya berlatih dan coba sana coba sini akhirnya ketemu juga rumus-rumusnya. Nah dari hasil pengalaman itulah di kesempatan kali ini saya akan sedikit share cara membuat presentasi dengan mengunakan powerPoint.

Presentasi PowerPoint berfungsi mirip tampilan slide. Untuk menyampaikan pesan atau cerita, sobat bisa membaginya kedalam beberapa slide. Menyampaikan pesan atau cerita dengan presentasi powerpoint lebih menarik dan tidak membosankan, karena bisa disertai animasi-animasi, audio bahkan video.

Presentasi ini sering digunakan dalam acara workshop atau seminar bahkan juga dalam dunia pendidikan. Bagi sobat yang ingin membuat presentasi dengan menggunakan powerPoint yuk kita belajar bersama, tutorial ini dikhususkan bagi pemula, bagi yang sudah mahir ditunggu kritik dan sarannya ya.

Cara mudah membuat presentasi di Microsoft PowerPoint
Saya anggap sobat sudah memiliki software Microsoft powerPoint. Di sini saya menggunakan Microsoft PowerPoint 2007. Jika sobat belum punya silahkan diinstal dulu ya Microsoft officenya.

1. Buka Microsoft PowerPoint sobat, kemudian pilih menu design , lalu pilih theme yang sobat sukai, di sini saya memilih theme Apex. Sobat bisa merubah colors, Fonts dan effectsnya sesuai kesukaan sobat. baca juga: Cara mendapatkan 200+ theme presentasi powerPoint gratis

2. Setelah sobat memilih theme, silahkan ganti tulisan click to add title dengan judul presentasi sobat dan click to add subtitle dengan deskripsinya. Sobat juga bisa menggantinya dengan tulisan yang sobat sukai, karena tidak ada yang mengharuskan sobat harus menulis judul dan subjudulnya.
3. Untuk menambah slide sobat bisa melakukannya di menu home kemudian klik new slide lalu pilih layout yang sobat butuhkan.


4. Jika sobat ingin menhapus salah satu slide sobat tinggal klik slide yang akan di hapus kemudian klik Del pada keyboard. Sobat juga bisa mengatur slide 1 menjadi slide 2 dengan cara drag and drop.
5. Untuk menambahkan animasi pada pergantian slide sobat bisa melakukannya di menu animation
Klik slide yang akan diberi animasi, kemudian pilih model animasi yang sobat sukai. Jika sobat ingin seluruh slide menggunakan animasi yang sama, silahkan klik apply to All. Sobat juga bisa menambahkan suara dikolom no sound dan mengatur kecepatan animasi di kolom fast. Klik automatically after jika sobat menginginkan perubahan slid tanpa di klik mouse. Untuk melihat hasilnya, silahkan sobat klik preview yang berada di pojok kiri atas.

6. Untuk menambahkan efek animasi pada teks atau gambar dalam presentasi, silahkan klik costume animation kemudian klik teks yang akan di kasih animasi, lalu pilih add effect. Silahkan dicoba-coba sendiri ya.

7. Klik Slide Show untuk melihat hasil keseluruhan (full screen)
8. Jika presentasi sudah di buat silahkan disimpan. Jika sobat ingin mengeditnya di kemudian hari silahkan klik ctrl+S, tetapi jika sobat ingin menyimpan hanya dalam slidshow, klik logo Microsoft office/shave as/PowerPoint show. Jika sobat memilih ini, hasilnya tidak akan bisa di edit lagi.

Contoh presentasi powerPoint
Di bawah ini adalah beberapa presentasi yang pernah saya buat, sobat bisa mendownload contoh presentasi power point di bawah ini untuk dijadikan pelajaran atau inspirasi.


Nah, segitu dulu tutorial Microsoft office kali ini, walaupun singkat semoga bisa bermanfaat. Nantikan tutorial Microsoft office di pertemuan yang akan datang.

- See more at: http://www.tutorial89.com/2014/06/cara-membuat-presentasi-di-microsoft.html#sthash.B4Zp9eJB.dpuf

Dikirim pada 21 Juni 2015 di pendidikan



Cara Membuat Blog ABATASA

1. Terlebih dahulu membuat akun Gmail.
2. Setelah membuat Gmail, kemudian buka tab baru dan tulis abatasa.co.id
3. Kemudian akan muncul tampilan awal dari blog abatasa, muncul foto-foto member (anggota) yang memakai blog abatasa.
4. Di sebelah kanan atas ada tulisan “Belum jadi member” dan “Sign In”. Karena belum jadi member (anggota) maka klik tulisan “Belum jadi member”, maka akan muncul tulisan “ Daftar sekarang”, klik tulisan tersebut maka akan muncul data yang harus dilengkapi untuk menjadi member (anggota) komunitas muslim abatasa.
5. Lengkapi data yang ada, setelah selesai mengisi kemudian klik tulisan “Buat akun saya”.
6. Tunggu loading sebentar, kemudian kita bisa menggunakan blog abatasa karena sudah berhasil terdaftar menjadi member (anggota).
7. Karena tampilan awal masih kosong, langsung saja masukkan foto untuk dijadikan avatar (foto profil) dan layar.
8. Masukkan foto apa saja yang disuka, boleh foto sendiri, gambar pemandangan atau yang lain.
9. Setelah diisi semua, kita tinggal mengisi blog abatasa yang sudah dibuat dengan berbagai artikel, tugas maupun informasi yang bermanfaat yang bisa dibagikan kepada semua orang.

Dikirim pada 21 Juni 2015 di pendidikan


bermain fiqh itu menyenangkan... :)
https://youtu.be/our92Dn_QZ4

Dikirim pada 07 Mei 2015 di pendidikan



Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Republik Indonesia
Nomor 41 Tahun 2007
Tentang STANDAR Proses

UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
Badan Standar Nasional Pendidikan
Tahun 2007

iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat, taufiq, dan hidayahNya, sehingga Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah menyelesaikan
Standar Proses untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Standar ini dikembangkan oleh tim adhoc selama delapan bulan pada tahun 2006. Tim adhoc ini dibentuk oleh BSNP, dan anggota tim ini terdiri dari para ahli dan praktisibidang
pendidikan. Alhamdulillah standar proses ini telah menjadi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 41 tahun 2007, tentang Standar Proses untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
Pengembangan standar proses ini melalui perjalanan yang cukup panjang yaitu: temu awal, pengakajian bahan dasar,
pengumpulan data lapangan, pengolahan data lapangan, penyusunan naskah akademik, penyusunan draf standar, reviu
draf standar dan naskah akademik, validasi draf standar dan naskah akademik, lokakarya pembahasan draf standar dan naskah akademik, pembahasan draf standar dengan Unit Utama Depdiknas, finalisasi draf standar dan naskah akademik untuk uji publik, uji publik yang melibatkan pihak-pihak terkait dalam skala yang lebih luas, finalisasi draf standar dan naskah akademik, dan terakhir rekomendasi draf final standar proses dan naskah akademik. BSNP juga membahas dalam setiap.

iv
perkembangan draf standar dan naskah akdemik.
BSNP menyampaikan penghargaan dan ucapan terimakasih
kepada semua anggota tim ad hoc yang telah bekerja giat dengan semangat yang tinggi serta kepada semua pihak yang telah memberi masukan pada draf standar proses dan naskah akademiknya. Semoga buku ini dapat digunakan sebagai
acuan dalam pelaksanaan pendidikan di setiap tingkat
dan jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Jakarta, November 2007, Ketua,
Prof. Djemari Mardapi, Ph.D
v
Daftartar Isi
KATA PENGANTAR......................................................... iii
DAFTAR ISI..................................................................... v
Salinan PERATURAN MENTERI
PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG
STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN
DASAR DAN MENENGAH ............................................. 1
LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
NASIONAL NOMOR 41 TAHUN 2007
TANGGAL 23 NOVEMBER 2007 STANDAR PROSES
UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN
MENENGAH.................................................................... 5
I. PENDAHULUAN....................................................... 5
II. PERENCANAAN PROSES PEMBELAJARAN......... 7
A. Silabus ................................................................ 7
B. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ................. 8
C. Prinsip-prinsip Penyusunan RPP......................... 11
III. PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN.......... 12
A. Persyaratan Pelaksanaan Proses Pembelajaran 12
B. Pelaksanaan Pembelajaran ................................ 14
vi
IV. PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN........................ 18
V. PENGAWASAN PROSES PEMBELAJARAN........... 18
A. Pemantauan......................................................... 18
B. Supervisi.............................................................. 19
C. Evaluasi............................................................... 19
D. Pelaporan............................................................. 20
E. Tindak lanjut......................................................... 20
GLOSARIUM................................................................... 21
SALINAN
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 41 TAHUN 2007
TENTANG STANDAR PROSES
UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,
Menimbang : bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan
Pasal 24 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, perlu menetapkan Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional tentang Standar Proses
Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
1.Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
2.Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun
2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
(Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran
Negara Republik IndonesiaNomor 4496);
3.Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi,
Susunan Organisasi, dan Tatakerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005;
4.Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 31/P Tahun 2007;
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL
TENTANG STANDAR PROSES UNTUK
SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH.

Pasal 1
(1) Standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah
mencakup perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran,
dan pengawasan proses pembelajaran.
(2) Standar Proses sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum
pada Lampiran Peraturan Menteri ini.
Pasal 2
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 23 November 2007
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,
TTD.
BAMBANG SUDIBYO
Salinan sesuai dengan aslinya.
Biro Hukum dan Organisasi
Departemen Pendidikan Nasional,
Kepala Bagian Penyusunan Rancangan
Peraturan Perundang-undangan dan Bantuan Hukum I,
Muslikh, S.H.
NIP 131479478

SALINAN
LAMPIRAN
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL
NOMOR 41 TAHUN 2007
TANGGAL 23 NOVEMBER 2007
STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN
DASAR DAN MENENGAH
I. PENDAHULUAN
Dalam rangka pembaharuan sistem pendidikan nasional telah ditetapkan visi, misi dan strategi pembangunan pendidikan
nasional. Visi pendidikan nasional adalah terwujudnya
sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga
mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.
Terkait dengan visi tersebut telah ditetapkan serangkaian prinsip penyelenggaraan pendidikan untuk dijadikan landasan dalam pelaksanaan reformasi pendidikan. Salah satu prinsip tersebut adalah pendidikan diselenggarakan sebagai proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang ber5
langsung sepanjang hayat. Dalam proses tersebut diperlukan guru yang memberikan keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik. Implikasi dari prinsip ini adalah pergeseran paradigma proses pendidikan, yaitu dari paradigma pengajaran ke paradigma pembelajaran. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Proses pembelajaran perlu direncanakan, dilaksanakan,
dinilai, dan diawasi agar terlaksana secara efektif dan efisien.
Mengingat kebhinekaan budaya, keragaman latar belakang
dan karakteristik peserta didik, serta tuntutan untuk menghasilkan lulusan yang bermutu, proses pembelajaran untuk setiap mata pelajaran harus fleksibel, bervariasi, dan memenuhi standar. Proses pembelajaran pada setiap satuan pendidikan dasar dan menengah harus interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan salah satu standar yang harus dikembangkan adalah standar proses. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai kompetensi lulusan. Standar proses berisi kriteria minimal proses pembelajaran pada satuan
pendidikan dasar dan menengah di seluruh wilayah hukum
Negara Kesatuan Republik Indonesia. Standar proses ini berlaku untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah pada

jalur formal, baik pada sistem paket maupun pada sistem kredit semester.
Standar proses meliputi perencanaan proses pembelajaran,
pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran,
dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya
proses pembelajaran yang efektif dan efisien.
II. PERENCANAAN PROSES PEMBELAJARAN
Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, standar kompetensi (SK), kompetensi
dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran,
kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar.
A. Silabus
Silabus sebagai acuan pengembangan RPP memuat identitas mata pelajaran atau tema pelajaran, SK, KD, materi
pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian
kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber
belajar. Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan
(SKL), serta panduan penyusunan Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam pelaksanaannya, pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah/madrasah atau beberapa sekolah, kelompok Musyawarah

Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Pusat Kegiatan Guru (PKG), dan Dinas Pendidikan. Pengembangan silabus disusun
di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung
jawab di bidang pendidikan untuk SD dan SMP, dan dinas provinsi yang bertanggung jawab di bidang pendidikan
untuk SMA dan SMK, serta departemen yang menangani
urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI, MTs, MA, dan MAK.
B. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan
belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun
RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan.
Komponen RPP adalah :
1. Identitas mata pelajaran
Identitas mata pelajaran, meliputi: satuan pendidikan, kelas, semester, program/program keahlian, mata pelajaran
atau tema pelajaran, jumlah pertemuan.
2. Standar kompetensi
Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan
minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaaN.pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran.
3. Kompetensi dasar
Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu
sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi
dalam suatu pelajaran.
4. Indikator pencapaian kompetensi
Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
5. Tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil
belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik
sesuai dengan kompetensi dasar.
6. Materi ajar
Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur
yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.
7. Alokasi waktu
Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk
pencapaian KD dan beban belajar.
8. Metode pembelajaran
Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembela9
jaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan
metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi
dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap
indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran. Pendekatan pembelajaran tematik digunakan untuk peserta didik kelas 1 sampai kelas 3 SD/MI.
9. Kegiatan pembelajaran
a. Pendahuluan
Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untukmembangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
b. Inti
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan,
menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
c. Penutup
Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan,
penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindaklanjut.
10. Penilaian hasil belajar
Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar
disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi
dan mengacu kepada Standar Penilaian.
11. Sumber belajar
Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.

C. Prinsip-prinsip Penyusunan RPP
1. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik
RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin, kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.
2. Mendorong partisipasi aktif peserta didik
Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas,
inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar.
3. Mengembangkan budaya membaca dan menulis
Proses pembelajaran dirancang untuk mengembangkan
kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan,
dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
4. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut
RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.
5. Keterkaitan dan keterpaduan
RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
6. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi
RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

III. PELAKSANAAN PROSES
PEMBELAJARAN
A. Persyaratan Pelaksanaan Proses Pembelajaran
1. Rombongan belajar
Jumlah maksimal peserta didik setiap rombongan belajar
adalah:
a. SD/MI : 28 peserta didik
b. SMP/MT : 32 peserta didik
c. SMA/MA : 32 peserta didik
d. SMK/MAK : 32 peserta didik
2. Beban kerja minimal guru
a. beban kerja guru mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran,
menilai hasil pembelajaran, membim12
bing dan melatih peserta didik, serta melaksanakan
tugas tambahan;
b. beban kerja guru sebagaimana dimaksud pada huruf
a di atas adalah sekurang-kurangnya 24 (dua puluh
empat) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu.
2. Buku teks pelajaran
a. buku teks pelajaran yang akan digunakan oleh sekolah/
madrasah dipilih melalui rapat guru dengan pertimbangan komite sekolah/madrasah dari buku-buku teks pelajaran yang ditetapkan oleh Menteri;
b. rasio buku teks pelajaran untuk peserta didik adalah 1 : 1 per mata pelajaran;
c. selain buku teks pelajaran, guru menggunakan buku panduan guru, buku pengayaan, buku referensidan sumber belajar lainnya;
d. guru membiasakan peserta didik menggunakan buku-buku dan sumber belajar lain yang ada di perpustakaan
sekolah/madrasah.
3. Pengelolaan kelas
a. guru mengatur tempat duduk sesuai dengan karakteristik
peserta didik dan mata pelajaran, serta aktivitas pembelajaran yang akan dilakukan;
b. volume dan intonasi suara guru dalam proses pembelajaran harus dapat didengar dengan baik oleh peserta didik;
c. tutur kata guru santun dan dapat dimengerti oleh peserta didik;
d. guru menyesuaikan materi pelajaran dengan kecepatan
dan kemampuan belajar peserta didik;
e. guru menciptakan ketertiban, kedisiplinan, kenya13
manan, keselamatan, dan kepatuhan pada peraturan
dalam menyelenggarakan proses pembelajaran;
f. guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap
respons dan hasil belajar peserta didik selama
proses pembelajaran berlangsung;
g. guru menghargai peserta didik tanpa memandang latar belakang agama, suku, jenis kelamin, dan status
sosial ekonomi;
h. guru menghargai pendapat peserta didik;
i. guru memakai pakaian yang sopan, bersih, dan rapi;
j. pada tiap awal semester, guru menyampaikan silabus
mata pelajaran yang diampunya; dan
k. guru memulai dan mengakhiri proses pembelajaran
sesuai dengan waktu yang dijadwalkan.

B. Pelaksanaan Pembelajaran
Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP. Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan,
kegiatan inti dan kegiatan penutup.
1. Kegiatan Pendahuluan
Dalam kegiatan pendahuluan, guru:
a. menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;
b. mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan
pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
c. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai;
d. menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.
2. Kegiatan Inti
Pelaksanaan
kegiatan inti merupakan proses pembelajaran
untuk mencapai KD yang dilakukan secara
interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi
peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan
dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran,
yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
a. Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
1) melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip
alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
2) menggunakan beragam pendekatan pembelajaran,
media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
3) memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan,
dan sumber belajar lainnya;
4) melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap
kegiatan pembelajaran; dan
5) memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan
di laboratorium, studio, atau lapangan.

b. Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
1) membiasakan peserta didik membaca dan menulis
yang beragam melalui tugas-tugas tertentuyang
bermakna;
2) memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
3) memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis,
menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
4) memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
5) memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
6) memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
7) memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
8) memfasilitasi peserta didik melakukan pameran,
turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
9) memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya
diri peserta didik.
c. Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
1) memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun

hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
2) memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi
dan elaborasi peserta didik melalui berbagai
sumber,
3) memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
4) memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
a) berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator
dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
b) membantu menyelesaikan masalah;
c) memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
d) memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
e) memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.
3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
a. bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
b. melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten
dan terprogram;
c. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;

d. merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan
konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas
individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
e. menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan
berikutnya.
IV. PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN
Penilaian dilakukan oleh guru terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan
hasil belajar, dan memperbaiki proses pembelajaran.
Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematik, dan terprogram
dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk
tertulis atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, portofolio, dan penilaian diri. Penilaian hasil pembelajaran menggunakan Standar Penilaian Pendidikan dan Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran.
V. PENGAWASAN PROSES
PEMBELAJARAN
A. Pemantauan
1. Pemantauan proses pembelajaran dilakukan pada tahap
perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran.

2. Pemantauan dilakukan dengan cara diskusi kelompok terfokus, pengamatan, pencatatan, perekaman, wawancara,
dan dokumentasi.
3. Kegiatan pemantauan dilaksanakan oleh kepala dan pengawas satuan pendidikan.
B. Supervisi
1. Supervisi proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran.
2. Supervisi pembelajaran diselenggarakan dengan cara pemberian contoh, diskusi, pelatihan, dan konsultasi.
3. Kegiatan supervisi dilakukan oleh kepala dan pengawas
satuan pendidikan.
C. Evaluasi
1. Evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk menentukan
kualitas pembelajaran secara keseluruhan, mencakup tahap perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran.
2. Evaluasi proses pembelajaran diselenggarakan dengancara:
a. membandingkan proses pembelajaran yang dilaksanakan
guru dengan standar proses,
b. mengidentifikasi kinerja guru dalam proses pembelajaran sesuai dengan kompetensi guru.
3. Evaluasi proses pembelajaran memusatkan pada keseluruhan kinerja guru dalam proses pembelajaran.

D. Pelaporan
Hasil kegiatan pemantauan, supervisi, dan evaluasiproses pembelajaran dilaporkan kepada pemangku kepentingan.
E. Tindak lanjut
1. Penguatan dan penghargaan diberikan kepada guru yang telah memenuhi standar.
2. Teguran yang bersifat mendidik diberikan kepada guru yang belum memenuhi standar.
3. Guru diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan/penataran lebih lanjut.

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,
TTD.
BAMBANG SUDIBYO
Salinan sesuai dengan aslinya.
Biro Hukum dan Organisasi
Departemen Pendidikan Nasional,
Kepala Bagian Penyusunan Rancangan
Peraturan Perundang-undangan dan Bantuan Hukum I,
Muslikh, S.H.
NIP 131479478

GLOSARIUM
Afektif :
Berkaitan dengan sikap, perasaan dan nilai.
Alam takam-bang jadi guru :
Menjadikan alam dalam lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, tempat berguru.

beban kerja guru :
1. Sekurang-kurangnya 24 jam tatap muka dalam
satu minggu, mencakup kegiatan pokok merencanakan pembelajaran, melaksanakan
pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik, serta melaksanakan tugas tambahan (UU No. 14 Tahun 2005 Pasal 35 ayat 1 dan 2).
2. Beban maksimal dalam mengorganisasikan proses belajar dan pembelajaran yang bermutu
: SD/MI/SDLB 27 jam @ 35 menit, SMP/MTs/
SMPLB 18 jam @ 40 menit, SAM/MA/SMK/MAK/SMALB 18 jam @ 45 menit (Standar Proses).
Belajar :
Perubahan yang relatif permanen dalam kapasitas
pribadi seseorang sebagai akibat pengolahan
atas pengalaman yang diperolehnya dan praktik yang dilakukannya.
belajar aktif :
Kegiatan mengolah pengalaman dan atau praktik dengan cara mendengar, membaca, menulis, mendiskusikan,
merefleksi rangsangan, dan memecahkan
masalah.

belajar mandiri :
Kegiatan atas prakarsa sendiri dalam menginternalisasi
pengetahuan, sikap dan keterampilan,
tanpa tergantung atau mendapat bimbingan
langsung dari orang lain.

Budaya membaca menulis :
Semua kegiatan yang berkenaan dengan kemampuan
berbahasa (mendengarkan, berbicara,
membaca, dan menulis). Proses penulisan
dilakukan dengan keterlibatan peserta didik dengan tahapan kegiatan: pra penulisan, buram 1, revisi, buram 2, pengecekan tanda baca,
dan terakhir publikasi di mana peserta didik menentukan karyanya dimuat di buku kelas, mading, majalah sekolah, atau majalah yang ada di daerah setempat.
Daya saing :
Kemampuan untuk menunjukkan hasil lebih baik, lebih cepat atau lebih bermakna.
indikator kompetensi :
Bukti yang menunjukkan telah dikuasainya kompetensi dasar
klasikal :
Cara mengelola kegiatan belajar dengan sejumlah
peserta didik dalam suatu kelas, yang memungkinkan belajar bersama, berkelompok dan individual.
kognitif :
Berkaitan dengan atau meliputi proses rasional untuk menguasai pengetahuan dan pemahaman konseptual. Periksa taksonomi tujuan belajar kognitif.
kolaboratif :
Kerjasama dalam pemecahan maalah dan atau penyelesaian suatu tugas dimana tiap anggota melaksanakan fungsi yang saling mengisi dan melengkapi.
kolokium :
Suatu kegiatan akademik dimana seseorang mempresentasikan
apa yang telah dipelajari kepada
suatu kelompok atau kelas, dan menjawab
pertanyaan mengenai presentasinya dari anggota kelompok atau kelas.

kompetensi :
1. Seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung
jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu.
2. Keseluruhan sikap, keterampilan, dan pengetahuan
yang dinyatakan dengan ciri yang dapat diukur.

kompetensi dasar (KD) :
Kemampuan minimal yang diperlukan untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan dengan efektif.
kooperatif :
Kegiatan yang dilakukan dalam kelompok demi untuk kepentingan bersama (mutual benefit).

metakognisi :
Kognisi yang lebih komprehensif, meliputi pengetahuan
strategik (mampu membuat ringkasan, menyusun struktur pengetahuan), pengetahuan tentang tugas kognitif (mengetahui tuntutan kognitif
untuk berbagai keperluan), dan pengetahuan
tentang diri (Briggs menggunakan istilah “prinsip”).
paradigma :
Cara pandang dan berpikir yang mendasar.
pembelajaran :
(1) Proses interaksi peserta didik dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU Sisdiknas);
(2) Usaha sengaja, terarah dan bertujuan oleh seseorang atau sekelompok orang (termasuk guru dan penulis buku pelajaran) agar orang lain (termasuk peserta didik), dapat memperoleh pengalaman yang bermakna.
Usaha ini merupakan kegiatan yang berpusat pada kepentingan peserta didik.

pembelajaran berbasis masalah :
Pengorganisasian proses belajar yang dikaitkan dengan masalah konkret yang dapat ditinjau dari berbagai disiplin keilmuan atau mata pelajaran. Misalnya masalah “bencana alam” yang ditinjau dari pelajaran Bahasa Indonesia, IPA, IPS, dan Agama.

pembelajaran berbasis proyek :
Pengorganisasian proses belajar yang dikaitkan dengan suatu objek konkret yang dapat ditinjau dari berbagai disiplin keilmuan atau mata pelajaran.
Misalnya objek “sepeda” yang ditinjau dari pelajaran Bahasa, IPA, IPS, dan Penjasorkes
.
penilaian otentik:
Usaha untuk mengukur atau memberikan penghargaan atas kemampuan seseorang yang benar-benar menggambarkan apa yang dikuasainya. Penilaian ini dilakukan dengan berbagai cara seperti tes tertulis, kolokium, portofolio, unjuk kerja, unjuk tindak (berdikusi, berargumentasi, dan lain-lain), observasi dan lain-lain.
portofolio :
Suatu berkas karya yang disusun berdasarkan sistematika tertentu, sebagai bukti penguasaan atas tujuan belajar.
prakarsa :Daya atau kemampuan seseorang atau lembaga untuk memulai sesuatu yang berdampak positif terhadap diri dan lingkungannya.
reflektif:
Berkaitan dengan usaha untuk mengolah atau mentransformasikan rangsangan dari penginderaan dengan pengalaman, pengetahuan, dan kepercayaan yang telah dimiliki.
remedi:Usaha pengulangan pembelajaran dengan cara yang lain setelah dilakukan diagnosa masalah belajar.

sistematik:Usaha yang dilakukan secara berurutan agar tujuan dapat dicapai dengan efektif dan efisien.

sistemik:
Holistik: cara memandang segala sesuatu sebagai
bagian yang tidak terpisahkan dengan bagian lain yang lebih luas.
standar isi (SI) :
Ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu (PP 19 Tahun 2005).

standar kom-petensi (SK) :
Ketentuan pokok untuk dijabarkan lebih lanjut dalam serangkaian kemampuan untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan secara efektif.

standar kompetensi lulusan (SKL) :
Ketentuan pokok untuk menunjukkan kemampuan melaksanakan tugas atau pekerjaan setelah mengikuti serangkaian program pembelajaran.
strategi:Pendekatan menyeluruh yang berupa pedoman umum dan kerangka kegiatan untuk mencapai suatu tujuan dan biasanya dijabarkan dari pandangan falsafah atau teori tertentu.

sumber belajar: Segala sesuatu yang mengandung pesan, baik yang sengaja dikembangkan atau yang dapat dimanfaatkan untuk memberikan pengalaman dan atau praktik yang memungkinkan terjadinya
belajar. Sumber belajar dapat berupa narasumber,
buku, media non-buku, teknik dan lingkungan.

taksonomi tujuan belajar kognitif:
(1) Meliputi pengetahuan, pemahaman, aplikasi,
analisis, sintesis dan evaluasi (Benjamin
Bloom dkk, 1956).
(2) Terdiri atas dua dimensi, yaitu dimensi pengetahuan
yang terdiri atas faktual, konseptual, prosedural, dan metakognisi, dan dimensi proses kognitif yang meliputi mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis,
mengevaluasi dan mencipta (Lorin W. Anderson dkk, 2001, sebagai revisi
dari taksonomi Bloom dkk.).
tematik:Berkaitan dengan suatu tema yang berupa subjek atau topik yang dijadikan pokok pembahasan.
Contoh: pembelajaran tematik di kelas I SD dengan tema ”Aku dan Keluargaku”. Tema tersebut dijadikan dasar untuk berbagai mata pelajaran, termasuk Bahasa Indonesia, Agama, Matematika dan lain-lain.
26


Dikirim pada 02 April 2015 di pendidikan


Hasil Indonesia vs Kamerun menjadi salah satu rangkaian uji coba Friendly Match Timnas Senior yang akan dihelat hari Rabu (25/3/2015) malam ini yang berakhir dengan skor 0-1 untuk kemenangan tim tamu Cameroon. Laga antara Timnas Indonesia vs Kamerun dengan kompetisi Internasional sebagai laga eksperimen setelah pergantian pelatih sementara Alfred Fiedl asal Austria yang digantian oleh Pelatih Indonesia Beni Dolo. Laga Internasional melawan Kamerun ini menjadi laga kedua antara Indonesia vs Kamerun yang dihelat November 2012 dengan hasil imbang 0-0 diakhir laga.
Awal awal menit pertandingan Timnas Indonesia mencoba mengatur permainan di lini tengah oleh pemain asal Arema I Gede Sukadana. Hanya bertahan 3 menit saja untuk menguasai pertandingan, giliran Kamerun yang mengatur permainan di lapangan tengah. Menit 13 Indonesia mendapatkan tendangan sudut namun usaha Boaz masih bisa di antisipasi Kiper Kamerun.
Menit 15 Uweke mencoba tendangan jarak jauh, usahanya masih bisa diamankan I Made dengan mudah. Uweke mendapatkan kesempatan kedua di menit 18 lewat tendangan kaki kiri, namun I Made masih sigap mengamankan bola. Menit 21 tendangan Vincent Abubakar masih menyamping di sisi kiri gawang I Made, skor masih sama imbang sampai menit ke 22.
Menit 34 Vincent Abubakar memanfaatkan umpan cut back dari Uwake dari sisi kiri gawang I Made membuahkan gol yang merubah kedudukan sememtata 1-0 untuk keunggulan semenatara. Menit 41 Kamerun lagi-lagi melakukan serangan balik cepat lewat sisi kanan, dan melakukan cut back ke tengah kotak pinalty, tendangan Abubakar masih bisa di halau Hasim Kipuw dan hanya memberikan tendangan pojok untuk Kamerun.
Dibabak kedua kamerun lebih menguasai pertandingan dengan banyak memainkan bola dari lini pertahanan ke lini tengah, sekali-kali mencoba melakukan serangan serangan lewat sayap kiri dan kanan pemain andalannya. Indonesia hanya mengandalkan serangan balik lewat Tantan dan Zulham Zamrud. Menit 52 Kamerun mendapatkan peluang dari tendangan sudut, bola rebound yang kembali ke pemain Kamerun dimanfaatkan lewat tendangan keras mendatar namun masih bisa diselamatkan I Made.
Menit 54 serangan balik yang di motori Sukadana memberikan umpan silang pada Zulham, namun usaha Zulham melakukan tendangan masih jauh melebar ke atas gawang kiper Kemerun. Menit 66 serangan balik dari sisi kanan Kamerun lewat Hasim Kipuw melakokan crossing yang mendekati Ferdinand dan bola dilanjutkan dengan sundulan, namun bola masih bisa diamankan dengan baik oleh kiper Kamerun.
Kamerun terus melakukan serangan lewat pemain tengah Kamerun yang dilanjutkan capten Abubakar namun usahanya masih bisa dimuntahkan lini belakang Indonesia. Umpan satu dua Boas dengan Bayu Gatra di sisi kanan lini pertahanan Kamerun yang diteruskan umpan mendatang pada Ferdinand, namun kiper Kamerun terlalu sigap dan bisa menamkap bola dengan sempurna. Pertandingan semakin seru dan sengit, kedua tim sama sama saling melakukan serangan, Indonesia yang defisit 1 gol dari Kamerun mencoba melakukan seranhan serangan yang dapat menyamakan kedudukan.
Susunan Pemain Indonesia vs Kamerun
Indonesia : I Made Wirawan (Persib), Hasim Kipuw (Arema), Victor Igbonefo (Arema), Achmad Jufriyanto (Persib), Tony Sucipto (Persib), Raphael Maitimo (Sriwijaya FC), Hariono (Persib), Kim Kurniawan (PBR), Zulham Zamrun (Persipura), Boaz Solossa (Persipura), Ferdinand Sinaga (Sriwijaya FC)
Kamerun : Guy Ndy-Assembe (Nancy), Jerome Guihoata (Valenciannes), Aurelien Chedjou (Galatasaray), Joel Matip (Schalke 04), Henri Bedimo (Lyon), Stephane Mbia (Sevilla), Eyong Enoh (Standard Liege), Raoul Loe (Osasuna), Vincent Aboubakar (Porto), Clinton Njie (Lyon), Frank Etoundi (Zurich)

Dikirim pada 26 Maret 2015 di olahraga
20 Mar


"PEDULI SESAMA TAK PANDANG BULU"
semakin cepat langkah kita
terkadang tidak menjamin
makin dekat dengan kita tempat yang kita tuju.
mungkin petikan diatas, cocok untuk beberapa diantara kita yang menjalani sebuah proses kehidupan tanpa peduli kiri, kanan, atas dan bawah dimana tempat kita berpijak. Bagaikan seorang berjalantanpa melihat dan tahu apakah jalan yang ditempuh itu berkelok ataupun tidak, maka sudah pasti di pastikan bila keadaan ini terus menuerus dijalani maka seorang ini akan jatuh tersungkur karna keteledorannya.
Begitu juga dalam hidup ini, ketika kita tidak peka akan lingkungan kita maka kita juga cepat atau lambat akan tersungkur dan jatuh dalam rintangan kehidupan.
maka dari itu kehidupan itu harus dihadapi jangan di hindari.

Dikirim pada 20 Maret 2015 di masyarakat




RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
(UNTUK DEMO VIDEO)

Satuan Pendidikan : MI Surga
Mata Pelajaran : IPS.
Kelas/Semester : VI/1
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit
Standar Kompetensi : Memahami perkembangan wilayah Indonesia, kenampakan
alam dan keadaan sosial negara-negara di Asia Tenggara,
serta benua-benua.
Kompetensi Dasar : Membandingkan kenampakan alam dan keadaan sosial
negara-negara tetangga
Indikator :
Mndriskripsikan kenampakan alam dan keadaan sosial negara ASEAN Indonesi, Malaysia, Thailand, Vietnam dan Brunai. ( Menghargai keberagaman dan peduli lingkungan)
Mendiskripsikan kenampakan alam dan keadaan sosial negara ASEAN Singapura, Filipina, Myanmar, Kampuchea, Laos dan timur Leste. (Menghargai keberagaman dan peduli lingkungan)



Pertemuan Pertama: Untuk indikator 1

Tujuan Pembelajaran: Dengan diskusi kelompok dan demonstrasi siswa akan menemukan kenampakan alam dan keadaan sosial negara ASEAN Indonesi, Malaysia, Thailan, Vietnam dan Brunai dengan benar. (Menghargai keberagaman dan peduli lingkungan)

Materi Ajar: Kenampakan alam dan keadaan sosial negara ASEAN Indonesi,
Malaysia, Thailan, Vietnam dan Brunai.

Karakter:
Materi : Menghargai keberagaman, Peduli lingkungan
KBM : Religius, disiplin, nasionalis, ingin tahu, kerja keras, sadar hak dan kewajiban, menghargai karya orang lain

Metode Pembelajaran: ceramah, diskusi kelompok, demonstras, inquiry.

Langkah-langkah Pembelajaran:
No
Kegiatan Pembelajaran
Pengorganisasian
Siswa
Waktu

Kegiatan Awal


1
Berdoa (religius)
K
2
2
Melakukan presensi( disiplin)
K
1
3
Menyampaikan tujuan/materi yang akan disampaikan
K
2
4
Memberikan motivasi, salam helo hay
K
5





Kegiatan Inti



Ekplorasi:


5
Membentuk kelompok sesuai dengan nama ASEAN dan menentukan presiden, panglima dan prajurit dimasing-masing kelompok. (nasionalis)
G
2
6
Bermain tembak negara untuk mengenal negara tetangga(ASEAN) (nasionalis)
G
3
7
Diskusi kelompok untuk mengamati peta, mengidentifikasi karakteristik negara masing-masing sesuai dengan nama kelompok dengan membaca sumber-sumber buku. (ingin tahu, kerja keras, sadar hak dan kewajiban, menghargai keberagaman, peduli lingkungan)
G
15

Elaborasi:


8
Menulis hasil diskusi di kertas karton
G
5
9
Presentasi dari masing-masing kelompok/negara (menghargai karya orang lain)
G
5
10
Ice breking, yel-yel tepuk panca
K
2

Konfirmasi:


11
Diskusi kelompok untuk menemukan usulan sesuai dengan karakteristik masing-masing negara yang akan dibawa pada KTT ASEAN (ingin tahu, kerja keras, sadar hak dan kewajiban)
G
8
12
Miniatur KTT ASEAN yang diselenggarakan di Indonesia. Tiap negara/kelompok menyampaikan usulan sesuai dengan kondisi negara masing-masing (tanggung jawab, kreatif)
K
10
13
Tugas individu untuk membuat slogan ASEAN
I
3
14
Melakukan tanya jawab tentang kenampakan alam dan sosial negara ASEAN
K
3





Penutup


14
Menyimpulkan pembelajaran tentang kenampakan alam dan social Negara tetangga( ASEAN) Indonesia, Thailan, Malaysia, Brunai, Vietnam dan peseta didik mencatatnya .
K
3
15
Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya.
K
2
16
Evaluasi/tes akhir ( terlampir )
I
10

Jumlah

70

Keterangan: i = Individual; g = group; k = klasikal.

Bahan ajar: Buku paket IPS kelas VI, karton, lem, isolasi, spidol, flipcart


Penilaian:

Prosedur Tes:
Tes awal : -
Tes Proses : -
Tes Akhir : ada
Jenis Tes:
Tes awal :
Tes Proses :
Tes Akhir : Tertulis

Alat Tes:

c. Tes akhir:
ASEAN adalah organisasi negara-negara…
Kepala pemerintahan Negara Indonesia adalah...
Kepala negara masea bergerak...
Selangor ibukota negara...
Negara yang tidak berbatasan langsung dengan indonesia...
Negara tetangga yang paling besar pendapatan per kapitanya adalah...
Negara ASEAN yang menjadi tujuan tenaga kerja Indonesia adalah...
Negara seribu pagoda adalah sebutan negara...
Singapura menjadi kaya raya karena devisa berasal dari...
Penghasil timah terbesar dunia adalah...



Pertemuan 2 : (Indikator 2)



Semarang, 3 November 2012

Kepala Sekolah Guru Kelas VI




( Pak Anto, M.Sc ) ( Lik Samin, S.Pd )
NIP. 02476638126 NIP. 081 326 721 713

















LK RPP:

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Satuan Pendidikan : .......................................................
Mata Pelajaran : ......................................................
Kelas/Semester : ......................................................
Alokasi Waktu : ......................................................
Standar Kompetensi : ...................................................................................................
................................................................................................... ...................................................................................................
Kompetensi Dasar : ...................................................................................................
................................................................................................... ...................................................................................................
Indikator :
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………dst



Tujuan Pembelajaran: …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Materi ajar: ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Karakter: ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Metode: …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Langkah-langkah Pembelajaran:
No
Kegiatan Pembelajaran
Pengorganisasian
Siswa
Waktu

Kegiatan Awal


















Kegiatan Inti



Ekplorasi:






















Elaborasi:



























Konfirmasi:























Penutup




















Jumlah



Keterangan: i = Individual; g = group; k = klasikal.

Bahan ajar: ...................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................


Penilaian:

Prosedur Tes:
Tes awal : .................
Tes Proses : .................
Tes Akhir : .................
Jenis Tes:
Tes awal : ................
Tes Proses : ....................
Tes Akhir : ....................

Alat Tes:
Tes awal : ...................







Tes Proses : ....................











Tes Akhir : ....................


















Blora, 22 September 2012

Kepala Sekolah Guru Kelas VI




(.......................................) (................................ )
NIP. NIP.


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
(UNTUK DEMO VIDEO)

Satuan Pendidikan : MI Surga
Mata Pelajaran : IPS.
Kelas/Semester : VI/1
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit
Standar Kompetensi : Memahami perkembangan wilayah Indonesia, kenampakan
alam dan keadaan sosial negara-negara di Asia Tenggara,
serta benua-benua.
Kompetensi Dasar : Membandingkan kenampakan alam dan keadaan sosial
negara-negara tetangga
Indikator :
Mndriskripsikan kenampakan alam dan keadaan sosial negara ASEAN Indonesi, Malaysia, Thailand, Vietnam dan Brunai. ( Menghargai keberagaman dan peduli lingkungan)
Mendiskripsikan kenampakan alam dan keadaan sosial negara ASEAN Singapura, Filipina, Myanmar, Kampuchea, Laos dan timur Leste. (Menghargai keberagaman dan peduli lingkungan)



Pertemuan Pertama: Untuk indikator 1

Tujuan Pembelajaran: Dengan diskusi kelompok dan demonstrasi siswa akan menemukan kenampakan alam dan keadaan sosial negara ASEAN Indonesi, Malaysia, Thailan, Vietnam dan Brunai dengan benar. (Menghargai keberagaman dan peduli lingkungan)

Materi Ajar: Kenampakan alam dan keadaan sosial negara ASEAN Indonesi,
Malaysia, Thailan, Vietnam dan Brunai.

Karakter:
Materi : Menghargai keberagaman, Peduli lingkungan
KBM : Religius, disiplin, nasionalis, ingin tahu, kerja keras, sadar hak dan kewajiban, menghargai karya orang lain

Metode Pembelajaran: ceramah, diskusi kelompok, demonstras, inquiry.

Langkah-langkah Pembelajaran:
No
Kegiatan Pembelajaran
Pengorganisasian
Siswa
Waktu

Kegiatan Awal


1
Berdoa (religius)
K
2
2
Melakukan presensi( disiplin)
K
1
3
Menyampaikan tujuan/materi yang akan disampaikan
K
2
4
Memberikan motivasi, salam helo hay
K
5





Kegiatan Inti



Ekplorasi:


5
Membentuk kelompok sesuai dengan nama ASEAN dan menentukan presiden, panglima dan prajurit dimasing-masing kelompok. (nasionalis)
G
2
6
Bermain tembak negara untuk mengenal negara tetangga(ASEAN) (nasionalis)
G
3
7
Diskusi kelompok untuk mengamati peta, mengidentifikasi karakteristik negara masing-masing sesuai dengan nama kelompok dengan membaca sumber-sumber buku. (ingin tahu, kerja keras, sadar hak dan kewajiban, menghargai keberagaman, peduli lingkungan)
G
15

Elaborasi:


8
Menulis hasil diskusi di kertas karton
G
5
9
Presentasi dari masing-masing kelompok/negara (menghargai karya orang lain)
G
5
10
Ice breking, yel-yel tepuk panca
K
2

Konfirmasi:


11
Diskusi kelompok untuk menemukan usulan sesuai dengan karakteristik masing-masing negara yang akan dibawa pada KTT ASEAN (ingin tahu, kerja keras, sadar hak dan kewajiban)
G
8
12
Miniatur KTT ASEAN yang diselenggarakan di Indonesia. Tiap negara/kelompok menyampaikan usulan sesuai dengan kondisi negara masing-masing (tanggung jawab, kreatif)
K
10
13
Tugas individu untuk membuat slogan ASEAN
I
3
14
Melakukan tanya jawab tentang kenampakan alam dan sosial negara ASEAN
K
3





Penutup


14
Menyimpulkan pembelajaran tentang kenampakan alam dan social Negara tetangga( ASEAN) Indonesia, Thailan, Malaysia, Brunai, Vietnam dan peseta didik mencatatnya .
K
3
15
Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya.
K
2
16
Evaluasi/tes akhir ( terlampir )
I
10

Jumlah

70

Keterangan: i = Individual; g = group; k = klasikal.

Bahan ajar: Buku paket IPS kelas VI, karton, lem, isolasi, spidol, flipcart


Penilaian:

Prosedur Tes:
Tes awal : -
Tes Proses : -
Tes Akhir : ada
Jenis Tes:
Tes awal :
Tes Proses :
Tes Akhir : Tertulis

Alat Tes:

c. Tes akhir:
ASEAN adalah organisasi negara-negara…
Kepala pemerintahan Negara Indonesia adalah...
Kepala negara masea bergerak...
Selangor ibukota negara...
Negara yang tidak berbatasan langsung dengan indonesia...
Negara tetangga yang paling besar pendapatan per kapitanya adalah...
Negara ASEAN yang menjadi tujuan tenaga kerja Indonesia adalah...
Negara seribu pagoda adalah sebutan negara...
Singapura menjadi kaya raya karena devisa berasal dari...
Penghasil timah terbesar dunia adalah...



Pertemuan 2 : (Indikator 2)



Semarang, 3 November 2012

Kepala Sekolah Guru Kelas VI




( Pak Anto, M.Sc ) ( Lik Samin, S.Pd )
NIP. 02476638126 NIP. 081 326 721 713

















LK RPP:

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Satuan Pendidikan : .......................................................
Mata Pelajaran : ......................................................
Kelas/Semester : ......................................................
Alokasi Waktu : ......................................................
Standar Kompetensi : ...................................................................................................
................................................................................................... ...................................................................................................
Kompetensi Dasar : ...................................................................................................
................................................................................................... ...................................................................................................
Indikator :
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………dst



Tujuan Pembelajaran: …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Materi ajar: ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Karakter: …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………&hel

Dikirim pada 20 Maret 2015 di pendidikan


Indonesia sukses memperbaiki peringkat mereka di ranking FIFA terbaru yang dirilis hari ini. Kini Indonesia menempati posisi 156 dengan 129 poin.

Dalam rilis terbaru ranking FIFA per 12 Maret 2015, Indonesia mampu dua posisi lebih baik ketimbang bulan lalu. Namun posisi tersebut masih kalah dari Malaysia dan juga Singapura yang ada di posisi 153. Sedangkan Indonesia lebih baik dari tim-tim seperti Laos, Kamboja, Timor Leste dan juga Brunei Darussalam.

Berikut peringkat FIFA untuk kawasan ASEAN per 12 Maret 2015.
Filipina (221 poin)
Vietnam (220 poin)
Thailand (189 poin)
Myanmar (137 poin)
Singapura (137 poin)
Malaysia (137 poin)
Indonesia (129 poin)
Laos (88 poin)
Kamboja (55 poin)
Timor Leste (51 poin)
Brunei Darussalam (15 poin).

Dikirim pada 20 Maret 2015 di olahraga


NGALIYAN- Banyaknya aliran musik yang mengusung genre baru, ternyata tidak serta merta membuat kualitas musik di Indonesia semakin meningkat. Hal ini dikarenakan banyak yang menggunakan musik hanya bagian dari bisnis saja, sehingga apa yang mau disampaikan kepada publik seringkali kabur dan melanggar norma-norma yang ada.

Hal inilah yang menjadi keprihatinan Dwi Royanto, Ketua Komunitas Suluk Rampak Pertiwi (SRP), saat ditemui oleh Harian Semarang, kemarin. Menurut Dwi, musik adalah seni pembebasan dari sebuah perenungan. Sehingga walaupun menggunakan aransemen sederhana, isi yang akan disampaikan haruslah mempunyai makna yang jelas.

Cikal bakal SRP berasal dari sekelompok anak muda yang tergabung dalam komunitas Teater Beta IAIN Walisongo yang dikomandoi oleh Abdul Mughis pada tahun 2003. Mereka melihat, setelah reformasi permasalahan bangsa ini belum juga usai, sehingga mahasiswa harus terus melancarkan kritik sosial yang memihak kepada rakyat

Untuk tema, SRK cenderung mengangkat tema-tema yang mengandung kepedulian, seperti kritik sosial, kemiskinan, kepedulian lingkungan, dan persahabatan. Sementara corak musik SRP dalam setiap pementasannya seringkali menggunakan instrumen tradisional seperti gamelan dan rebana yang digabungkan dengan barang bekas, sampah, dan yang paling unik adalah suara tepuk tangan dan sepatu penonton.

“Kami ingin penonton juga ikut larut dalam aransemen yang kami bawakan, sehingga kesadaran emosional mereka akan naik,” kata Dwi

Sementara itu Lurah Teater Beta Semarang, Muhammad Maghfur’an mengatakan, walaupun SRP berasal dari IAIN yang notabene Islam, tetapi dalam pementasannya selalu mengampanyekan bahwa Islam adalah agama universal yang berbicara tentang politik, ekonomi, sosial dan budaya, sehingga SRP juga mengampanyekan kerukunan hidup antarumat beragama.

“Lewat musik, kami ingin menghapus kesan bahwa Islam agama yang buruk dengan segala macam kejadian akhir-akhir ini,”cetus Fur’an.

Hingga saat ini, SRP sudah mempunyai anggota sebanyak 15 orang dan menghasilkan banyak lagu-lagu kreasi, baik ciptaan sendiri atau mengaransemen ulang lagu-lagu milik seniman lain.
Dari keunikan perpaduan aransemen musik dan tema yang akan disampaikan, seringkali mereka diundang pentas di balaikota maupun Pemprov Jateng.
Sedangkan base camp SRP berada di kampus IAIN Jl.Dr Hamka KM 2, Ngaliyan.

Dikirim pada 20 Maret 2015 di musik kreatif
Awal « 1 2 » Akhir


connect with ABATASA